GPIB MARANATHA BALIKPAPAN

Posted on April 16, 2010 oleh

0


ALAMAT
Jalan Yos Sudarso
Balikpapan, Kalimantan Timur
Telp (0542) 7516026, 7516026
Email : maranatha.bpp@gpib.or.id

SEKILAS TENTANG GEREJA
BALIKPAPAN sudah tercatat dalam buku atlas atau sekarang yang dikenal dengan peta yaitu Atlas der protestantshce Kerk in Nederlandsch Oost-INDIE(Gereja protestan di Hindia Timur) buku ini terbit tahun 1924 dan merupakan buku petunjuk tentang daerah pelayanan yang ditugaskan kepada pendeta-pendeta Gereja Protestan di Hindia Belanda. Pada waktu itu pendeta-pendeta hanya terdiri dari orang Belanda , orang Indonesia hanya diangkat sebaga guru jemaat (Inlandsch leeraar) atau penolong(hulpprediker). Balikpapan terletak dalam daerah pemerintahan Samarinda kota itu merupakan kedudukan Bataafsche Petroleum Maatschappij(BPM). Perusahaan minyak Belanda yang adalah cikal bakal PERTAMINA. Ibadah-ibadah dilakukan di dalam aula BPM.

Tercatat dalam buku laporan Gereja Protestan di HINDIA BELANDA THN 1939 di Balikpapan ditugaskan guru jemaat D. Kawulur, beliau mulai bertugas di Balikpapan sejak tanggal 22 Agustus 1937, pada tanggal 11 Januari 1939 dinaikkan pangkatnya menjadi Guru jemaat klas satu, beliau bertempat tinggal di jalan klandasan hilir nomor 340. Pendeta yang bertangggung jawab atas pekerjaan di Balikpapan adalah Ds. D.B. Staerenbugh khususnya untuk jemaat berbahasa Belanda, beliau dibantu A.Beck, A.Abrahamse dan Ny.J.de Reus sebagai Kerkeraad(Majelis Gereja) guru jemaat D.kawulur adalah bawahannya.
Dalam Sinode AM Gereja Protestan di Indonesia tahun 1948 Clasis Borneo diwakili oleh tiga orang, DS.N.Bergstra, Pdt J.Lawalata dan DS.Schakel, Sinode am itu menetapkan akan didirikannya GPIB
Jemaat Balikpapan tercatat sbg jemaat yang termasuk dalam jumlah 53 jemaat pada saat GPIB dilembagakan sebagai gereja yang berdiri sendiri.

Ds.G.Siwi ,Pendeta GPIB Balikpapan yang pertama dan merangkap sebagai pendeta resort Kalimantan Timur dan Selatan ,dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan sekelumit sejarah GPIB sebelum tahun 1948, yaitu tahun 1924 sdh ada persekutuan bergereja di Balikpapan.

2.Masa GPIB Tahun 1948-1986 (Sebelum pelembagaan)

Walaupun Kalimantan sudah termasuk dalam wilayah pelayanan GPIB sejak berdirinya pada tanggal 31 okt 1948 dengan nama Classis Borneo ( Klasis Kalimantan ) dalam kenyataannya khusus untuk Balikpapan setelah beberapa waktu lamanya belum ada pendeta khusus yang ditempatkan di daerah Balikpapan, kepemimpinan jemaat tetap dilanjutkan olen penatua H.Nikijuluw sbg ketua dan penatua F.Th sopaheluwekan sbg wakilnya.
Surat majelis sinode Gereja Protestan di Indonesia Bahagian Barat Nomor 27 tertanggal djakarta,13 maar 1951 dan ditandatangani  oleh J.A Huliselan selaku sekretaris dan Ds.J.H.Stegemen selaku wakil ketua
tanggal 1 Febuari 1953 gedung gereja bundar yang sudah selesai dibangun ditahbiskan oleh ketua jemaat penatua H.Nikijuluw dan pada papan atas gedung itu bertuliskan GEREDJA MASEHI PROTESTAN INDONESIA BALIKPAPAN.
Mendahului penempatan seorang pendeta untuk jemaat Balikpapan maka pada bulan Oktober 1952 MS mengutus sekretaris, Ds D.F.Sahulata bersama seorang mahasiswa HTS (Hogere Theologische scholl/STT) Jakarta yang saat itu sedang menjalankan praktek meninjau daerah pelayanan di klasis kalimantan yaitu bapak Gerard Siwi.

Penempatan Pendeta pertama (1953-1962)

Tanggal 18 September 1953 datang lagi di Balikpapan sekretaris MS GPIB dalam rangka menyiapkan penempatan pendeta di jemaat balikpapan.
Tanggal 20 September 1953 maka Pdt. G.Siwi menyampaikan khotbah perdananya dalam kebaktian minggu di gedung Gereja Bundar kampung baru BPM terhitung mulai Agustus 1959 dilaksanakan kesepakatan atas persetujuan bersama bahwa, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam pelayanan. Sebelum akhir tahun 1953 kedua bagian.jemaat yaitu jemaat tentara dan jemaat di kompleks BPM, disatukan dengan nama”Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat atau disingkat GPIB, jumlah warga jemaat setelah penyatuan akhir tahun 1953 kurang lebih 200 kk,ditambah kurang lebih 50 pemuda.
Pastori diresmikan pada tanggal 23 Februari 1954. Pastori selesai dibangun dan ditahbiskan
Pdt G.Siwi kemudian menata jemaat GPIB Balikpapan dan membaginya dalam enam lingkaran (wijk) atau sekarang lebih dikenal sebagai Sektor Pelayanan.

Kemudian berturut-turut pendeta yang pernah bertugas di GPIB Balikpapan sebelum pelembagaan jemaat-jemaat adalah sebagai berikut :

1.Pdt B.Simauw, S.Th (1961-1966)
Penempatan Pdt G.Siwi yang berakhir pada Desember 1962 di jemaat GPIB Balikpapan diganti oleh pdt B.Simauw sejak 1 November 1961 s/d 24 Juli 1966. Tanggal 11 Juli 1966 dalam rapat majelis jemaat GPIB Balikpapan di gedung gereja bundar kampung baru jabatan ketua MJ diserahterimakan dari Pdt.B.Simauw kepada penatua F.TH Sopaheluwekan.

2.Pdt Koestiyono Hadisumarto, S.Th (1969-1971).
Ditempatkan di Jemaat GPIB Balikpapan sejak tgl 1 April1969 – 29 Maret 1971, dalam masa inilah pada tanggal 21 Desember 1969 gedung gereja baru di jalan minyak ditasbihkan oleh wakil majelis sinode Pdt B.Simauw,S.Th dengan nama GPIB “MARANATHA”.

3.Penempatan Pdt. C.Wairata, S.Th (sekarang M.Th)
Penempatan Pdt Koestiyono Hadisoemarto,S.Th yang berakhir pada tanggal 29 Maret 1971 di jemaat GPIB Balikpapan digantikan Pdt C.Wairata s/d tanggal 1 April 1977.

4.Penempatan Pdt Drs.J.F. Hattu ditempatkan sejak April 1978 s/d tgl 28 Februari 1980.

5.Penempatan Pdt P.A  Waney ditempatkan sejak 8 Juni 1978 s/d tgl 1 November 1979.

6.Penempatan Pdt M.D Jeremias, S.Th.
Ditempatkan sejak tanggal 1 maret 1980 s/d tanggal 31 mei 1984 pada masa inilah upaya pelembagaan jemaat-jemaat GPIB di Balikpapan mulai digarap dan pada masa ini pembangunan gedung gereja Sepinggan ditahbiskan yaitu tanggal 30 Oktober 1986.

7.Penempatan Pdt E.Kaligis,ditempatkan sejak tanggal 1 juni 1984 s/d maret 1986

Pendeta-pendeta Pelayanan umum yang ditempatkan di jemaat GPIB Balikpapan sebelum pelembagaan sebagai berikut :

1.Pdt A.H Sidabutar, beliau tiba tgl 20 September 1956, beliau adalah pendeta yang dipekerjakan untuk jemaat protestan  Kalimantan Timur dan Selatan dan di Balikpapan selama 2 tahun.
2.Pendeta L.O Kullit (Pdt tentara/TNI AD) tiba pada tahun 1949 dan pindah pada tanggal 31 Agustus 1950
3.Pdt A.J.I Rampen yang juga pendeta TNI
4.Pdt C.Suchien (TNI AD)
5.Pdt A.Ch Pandeiroth (TNI AD)
6.Pdt E.Pandaleke ( sekarang melayani di jemaat Bukit Sion)
7.Pdt Ny mawengkang ,Sm.Th.
8.Pdt Ny I.Wairata-T,Sm.Th
6.Pdt Sewaya HAli S,Th (sekarang anggota DPRD di Bontang)
7.Pdt Ny Enoch-Katuuk ,Sm.Th.
8.Pdt Ny. Hehanusa-R,Sm.Th
9.Pdt Ny Kolly-Lantang,S.Th
10. Pdt Ny I.Kaligis-S, Sm.Th

Selanjutnya setelah masa itu GPIB Balikpapan diambang pintu pelembagaan Jemaat yaitu masa 1984-1985
pada permulaan tahun 1984 tercatat jumlah warga jemaat GPIB balikpapan sebanyak kurang lebih 1160 KK dan saat itu jemaat GPIB telah mempunyai 4 Gedung Gereja ,yaitu

1.     Gereja “MARANATHA”
2.     Gereja “PNIEL”
3.     Gereja “IMANUEL” lama yang masih terletak di klandasan
4.     Gereja “SEPINGGAN” yang pada akhirnya akan menjadi jemaat
“SYALOOM”

Dan pada tanggal 30 Maret 1986 seiring dengan selesainya pembangunan gedung Gereja “Bukit Sion” dan sesuai SK MS nomor 1718/86/MS.XIII/Kpts acara peresmian GPIB Bukit Sion dan pelembagaan Jemaat-jemaaat dimana Gereja “Imanuel” Pada awalnya masih tergabung dengan jemaat “PNIEL” dan pada akhirnya akan menjadi Jemaat “IMANUEL” tersendiri.

Embrio terbentuknya Pelayanan di Giri Joang (Lihat buku “Joang Kami Bagi-Mu”)

About these ads
Posted in: Kaltim