Gereja Methodist Indonesia

Posted on Agustus 11, 2010 oleh

0


(The Methodist Church of Indonesia : MCI)

ALAMAT
Jl.R.A.Kartini No.3 Medan
Telp.061-451.0570; 457.1191; Fax. 061-415.7118
Email: methodis@indosat.net.id

STATISTIK
Denominasi gereja: Metodisme
Jumlah wilayah pelayanan: 2 wilayah, 12 Distrik
Jumlah jemaat: 276 gereja, 248 pos pelayanan,
Jumlah anggota jemaat: 120.000 orang.
Jumlah hamba Tuhan: 232 pendeta,

BADAN PENGURUS
Pimpinan Pusat : Bishop Dr.H.Doloksaribu
Sekjen : Pdt. Jones Nainggolan, MTh
Bendahara : Drs. David Kho
Bishop Darwis Manurung STh. (Wilayah I)
Bishop Amat Tumino M.Min (Wilayah II).

TENTANG GEREJA
Gereja Methodist Indonesia (GMI) adalah sebuah Gereja Protestan yang beraliran Methodisme atau Wesleyan. GMI adalah Gereja beraliran Methodis terbesar di Indonesia. Daerah pelayanan Gereja Methodist Indonesia meliputi hampir setengah wilayah Indonesia, dari Banda Aceh di bagian barat hingga Makasar di bagian timur.
Pelayanan yang diberikan mencakup pelayanan jasmani maupun rohani dalam bentuk pelayanan kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan.
Anggota-anggota GMI terdiri dari berbagai suku bangsa dan bahasa. Kebaktian-kebaktiannya diselenggarakan dalam bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Batak, dan sejumlah bahasa setempat lainnya.
Kini Gereja Methodist Indonesia menjalin hubungan erat dengan Gereja-gereja Methodist lainnya seperti United Methodist Church di Amerika Serikat dan Gereja Methodist Korea. Gereja Methodist Indonesia ditata dengan sistem episkopal, yang dipimpin oleh seorang uskup (bishop).
Daerah pelayanan GMI dibagi menjadi dua wilayah, yaitu
Wilayah I yang terdiri atas Aceh sampai Pekanbaru,dan Wilayah II yang terdiri atas Sumatera Selatan, Jawa dan Sulawesi.

GMI merupakan bagian dari Gereja Methodist Sedunia. GMI sekarang ini terdiri dari 2 wilayah, yaitu: Wilayah I meliputi: Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepri) yang berkedudukan di Medan. Wilayah II meliputi: Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Jawa, Bali, Kalimantan dan Papua, berkedudukan di Jakarta. Hasil Keputusan Konferensi Agung ke-X pada 16 Oktober 2005 menetapkan Bishop Dr.H.Doloksaribu MTh, sebagai pimpinan wilayah II sekaligus sebagai Ketua Dewan Bishop. GMI anggota dari, WCC (2005), CCA, CCI, WMC

SEJARAH GEREJA
GMI berdiri sejak tahun 1905, yang dimulai dari

1905
Methodisme pertama kali datang ke Indonesia melalui para misionaris Amerika yang bekerja di Malaysia dan Singapura. Gereja Methodis di Indonesia saat itu adalah satu-satunya Gereja yang tidak dimulai oleh para misionaris Belanda ataupun Jerman.
para misionaris Amerika ini mulai bekerja di wilayah Medan, Palembang, Jakarta, Singkawang, dan Kalimantan Tengah. di bawah pimpinan Bishop J. Robinson.

1913
Konferensi yang pertama Gereja Methodis diselenggarakan di Sumatera Utara. Pada saat itu, Gereja Methodist dikenal sebagai gereja yang unik karena ini adalah satu-satunya Gereja Protestan yang anggota-anggotanya terdiri atas suku Batak dan orang-orang keturunan Tionghoa, sementara Gereja-gereja Protestan lainnya saat itu pada umumnya tersegregasi.

1963
20 Januari,
Akibat dari sengketa antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia. Gereja Methodist di Indonesia yang pada waktu itu berada di bawah kepemimpinan Bishop Malaya terkena imbas dengan sulitnya koordinasi dan komunikasi dengan Keuskupan Malaya.

1964
9 Agustus,
Gereja Methodist di Indonesia dijadikan Gereja otonom, dan namanya secara resmi disebut sebagai Gereja Methodist Indonesia (GMI).

YAYASAN & LEMBAGA MILIK GEREJA
RUMAH SAKIT METHODIST DI MEDAN,
SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA – GEREJA METHODIST INDONESIA (STT-GMI)
di Bandarbaru, Sumatera Utara,
SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA – WESLEY (STT-WESLEY)
di Jakarta.

About these ads
Ditandai: ,