GKI KWITANG JAKARTA

Posted on Mei 1, 2010 oleh

0


ALAMAT
Jalan Kwitang 28 Jakarta 10420
Telp : 021-3107786,021-3144780
Fax : 021-3906034
SEKILAS TENTANG GEREJA
GKI Kwitang yang kita kenal sekarang dan pada hari ini, 11 Agustus 2002, tepat berusia 73 tahun menyimpan sejarah yang lebih panjang dari pada usia itu sendiri. Semua berawal di tahun 1873 ketika Christelijk Gereformeerde Kerk di negeri Belanda mengutus Zendeling E. Haan untuk memberitakan Yesus Kristus di kalangan orang-orang Belanda Indonesia di Batavia. Kemudian terbentuklah Christelijk Gereformeerd Kerk van Batavia.

Sebagai hasil penginjilan, maka pada tanggal 8 Juli 1877 diresmikanlah jemaat di Kwitang yang anggotanya terdiri dari orang-orang Eropa, Jawa, Ambon dan keturunan Cina yang menetap di Batavia. Pelayanan berkembang dan diadakan Persekutuan umat berbahasa Melayu pada setiap Jumat di rumah Bapak Tuhasela di kampung Kwitang.

Jemaat berbahasa Melayu berkembang dengan pesat sehingga Zendeling Haan merasa perlunya bantuan dari orang-orang Indonesia dalam pelayanan. Tersebutlah nama-nama Koewadhi, Benjamin dan Ismael yang dalam rangka membantu pelayanan kemudian dididik pada Sekolah Guru Injil.

Pada tahun 1886 gereja-gereja di Belanda mengutus Ds. Huysing untuk menggantikan Zendeling Haan.

Untuk membantu melayani jemaat dan juga untuk memperhatikan jemaat yang berbahasa Melayu, pada tahun 1901 Ds. D.J.B. Wijers tiba di Batavia.

Karena pelayanan semakin meningkat dan berkembang beliau minta agar menambah pendeta. Kemudian Ds. L. Tiemersma datang dari Belanda untuk membantu

Dalam tahun 1918 Ds. Aalders tiba di Batavia sebagai pendeta di gereja Kwitang. Kedatangan Ds. Aalders merupakan awal suatu pembaharuan Melayu. Beliau memprakarsai konsep kemandirian jemaat berbahasa Melayu, dan jemaat dipimpin oleh seorang gembala yang tidak merangkap melayani jemaat berbahasa Belanda.

Pada tahun 1927 Ds. Ubels bertugas sebagai pelayan jemaat untuk menggantikan Ds. Alders yang telah kembali ke negeri Belanda. Kemudian lahirlah pemikiran untuk mendewasakan jemaat Gereformeerd yang berbahasa Melayu, yang akan mempunyai seorang pendeta pribumi dan majelis jemaat sendiri.

Akhirnya pada tanggal 11 Agustus 1929 jemaat Kwitang yang berbahasa Melayu diteguhkan menjadi Gereja yang dewasa. Penahbisan Pendeta Isaac Siagian sebagai pendeta pertama Gereja Melayu Kwitang dilaksanakan pada tanggal 2 November 1930.

Gereja Melayu Kwitang memiliki status hukum sebagai gereja resmi pada tanggal 1 September 1930 dengan surat keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda