GKI MENTENG JAKARTA

Posted on Mei 1, 2010 oleh

0


ALAMAT
Jalan Latuharhary 7
Jakarta Pusat 10310
Telp : 021-3924182,
Fax : 021-3144929,

SEKILAS TENTANG GEREJA
GKI Menteng Jakarta dikenal sebagai salah satu jemaat Tuhan Yesus yang berdiri di tengah kota metropolitan Jakarta. Jemaat ini berdiri sendiri pada tanggal 5 Desember 1965, berasal dari GKI Kwitang Jakarta, dengan 30 orang anggota sidi, 2 orang penatua dan 2 orang diaken. Dengan menggunakan gedung gereja Punguan Kristen Batak (PKB) Menteng, Jl. HOS Cokroaminoto 96, Jakarta Pusat, Jemaat GKI Menteng menunaikan tugas panggilannya selaku gereja Tuhan. Sementara itu untuk pelayanan kepada anak-anak Sekolah Minggu dilaksanakan di SD Besuki, Jl. Besuki 4 Jakarta. Beberapa orang pendeta membantu pelayanan di GKI Menteng, antara lain : Prof. DR. Soedarmo, dosen STT Jakarta; Pdt. M. H. Simanungkalit dari GKI Kwitang dan Pdt. L. H. Sinaga dari PKB, sampai pada tanggal 1 Maret 1967. Pdt. A. A. Subana (Liem Tjiauw Liep), yang semula melayani GKI Kwitang diteguhkan sebagai pendetanya yang pertama pada tanggal 20 Januari 1967. Pada waktu itu GKI Menteng mempunyai anggota 43 orang jemaat sidi dan 33 orang anggota baptisan. Pada tahun 1968, GKI Menteng mulai bertumbuh dan meningkatkan pelayanan gerejawinya. Kerinduan jemaat untuk mempunyai gedung gereja sendiri dimulai dengan pembentukkan Panitia Pembangunan Gedung Gereja pada bulan Januari 1970. Sebelum pembangunan itu terwujud, Pdt. A. A. Subana mengakhiri pelayanannya karena kepindahannya ke Nederland pada tahun 1975 dan digantikan oleh Sdr. Daniel Susanto yang memulai pelayanannya pada tanggal 25 Januari 1976. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta pada tanggal 6 Juni 1978. Setelah menyelesaikan studinya di Nederland, beliau kembali melayani jemaat ini. Jemaat GKI Menteng menyadari kesukarannya untuk mengembangkan jemaat, karena di sekitarnya sudah ada begitu banyak gereja. Selain itu karena setelah menikah pasangan muda anggota jemaat tersebut tinggal di pemukiman-pemukiman baru di pinggiran kota Jakarta. Itulah sebabnya, jemaat memikirkan untuk membuka pos kebaktian pada tahun 1984 di daerah Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. Hal ini terlaksana pada tanggal 10 Juni 1984, bertepatan dengan hari Pentakosta, ketika kebaktian perdana yang dipimpin oleh Pdt. Daniel Susanto diadakan di rumah keluarga Ir. O. Gandhi Wirawan, Jl. Kelapa Cengkir Barat Blok FH 1/25. Karena pengunjung kebaktiannya bertambah maka kebaktian mengalami dua kali perpindahan yakni ke Kelapa Cengkir Barat Blok FN 2/26 dan ke Kelapa Cengkir Barat IV Blok FK 1/1. Di alamat terakhir itulah semua kegiatan pos dilaksanakan sejak 1 November 1987, bahkan pada tahun 1988 jumlah kebaktian ditingkatkan menjadi dua kali, yaitu pagi dan sore. Dalam perkembangannya, jemaat ini pada akhirnya berhasil membangun rumah ibadahnya di Jalan Latuharhary 7, Jakarta Pusat dan mulai dipergunakan sejak tanggal 6 Oktober 1991. Mulai 1 April 1992, jumlah anggota jemaat ini tercatat 252 orang anggota sidi dan 101 orang anggota baptisan. Karena perkembangan pengunjung kebaktian di pos Kebktian Kelapa Gading Permai bertambah, juga karena sarananya memadai, maka statusnya ditingkatkan menjadi Bajem. Pada tanggal 9 September 2000, Bajem ini didewasakan oleh GKI Menteng menjadi jemaat GKI Kelapa Cengkir, jakarta. Kebaktian pendewasaan tersebut dilayani oleh Pdt. Daniel Susanto.