GKI PURBALINGGA

Posted on Mei 1, 2010 oleh

0


ALAMAT
Jalan Jendral Sudirman 119, Purbalingga Lor.
Purbalingga 53311
Telp : 0281-891686,
Fax : 0281-891686,

SEKILAS TENTANG GEREJA
Bermula, seorang pekabar Injil Gan Kwee datang di Purbalingga pada tahun 1830 dan bertemu dengan Sdr. Kho Tek San, seorang pencari ilmu-ilmu dan agama-agama. Memang ia berniat mencari kehidupan yang sejati (sejatining urip) dan pertemuan antara pekabar Injil Gan Kwee dan Sdr. Kho Tek San merupakan pertemuan yang pertama dan terakhir. Sebelum berpisah, Gan Kwee berpesan, agar ia menjumpai Ny. van Oestrum Philip di Banyumas, sehingga ia dapat mengenal Tuhan Yesus lebih dalam lagi. Ternyata pesan itu dipenuhi dan Sdr. Kho Tek San benar-benar menemukan mutiara hidup yakni hidup yang sejati itu. Ia beserta seluruh keluarganya yang berjumlah 11 orang dibaptis oleh Pdt. A. Vermeer pada tanggal 5 Mei 1866. Sejak saat itu ia bernama Paulus Kho Tek San. Pdt. A. Vermeer sendiri membentuk Gereja Kristen Jawa Purbalingga dan melayani jemaat itu sampai akhir hayatnya pada tanggal 26 Oktober 1892. Di batu kuburnya tertulis ayat dari Wahyu 14 : 13. Berikutnya menyusul pendeta utusan bernama Gerrid Johannes Ruijsennaers yang hanya sebentar saja melayani jemaat dan ia meninggal pada tanggal 5 Juli 1907. Kemudian datang Pdt. Dr B.J. Esser yang bekerja di Purbalingga dari tahun 1908 sampai 1940. Ia didampingi oleh dokter M.W. Stokum yang memberitakan Injil melalui bidang pengobatan. Sebagai wujud usaha Nederland Zendings Genootschap ia mendirikan Rumah Sakit `Trenggiling’, yang diresmikan pada tanggal 24 Desember 1910. Masyarakat amat bersyukur dengan adanya rumah sakit ini, sehingga merupakan kesaksian yang baik di tengah mereka. Menyusul kemudian seorang Inggris bernama L. Alkerson pada tahun 1918-1921 mengabarkan Injil kepada anak-anak dan pemuda. Ia mati tenggelam di pusaran kali Klawing bersama seorang murid yang hendak ditolongnya. Ia dikuburkan di kuburan Tionghoa di Sawangan dan di batu kuburnya dtulis ayat dari Yohanes 15 : 13. Kemudian datanglah G. Hanskam yang mendirikan Hollandsche Chinese Zendings School pada tahun 1925. Pelayanannya yang baik di bidang pendidikan mendorong para orang Tionghoa untuk menerima Injil dan memang sekolah tersebut merupakan ladang subur bagi benih Injil. Sejak saat itu, orang Tionghoa yang telah berjumlah 20 orang itu mengadakan kumpulan perumahan di rumah keluarga J. Tan Tjwan Ling, Jl Stasiun, dipimpin oleh guru sekolah A.J. Swanborn. Kumpulan perumahan itu diadakan di Poliklinik Kristen, Jl. Lawaijo, yang kemudian berpindah ke Jl. Serang. Para pemimpinnya berganti-ganti Pdt. Dr B.J.Esser, Pdt. J.A.C. Rullman, Pdt. A.F.J. Pieron, baru kemudian dipanggil seorang guru Injil bernama Koo Bie Liong. Dalam perkembangan selanjutnya, dirasakan perlu untuk membentuk panitia gereja pada tahun 1943, terlebih situasi politik mendorong jemaat untuk memulai menangani sendiri kegiatan gerejawinya. Guru Injil Koo Bie Liong melakukan tugasnya dengan giat, sehingga jemaat bertambah dan tercatat sebanyak 46 orang. Untuk kebaktian dan kegiatan lain dipakailah gedung Jl. Serang hingga tahun 1971, sementara polikinik zending tidak lagi menggunakan tempat itu. Bahkan dengan segera pula jemaat didewasakan menjadi Tionghoa Kie Tok Kauw Hwee (THKTKH) pada tahun 1943 dengan susunan Majelis Jemaatnya yang pertama : Pnt. Koo Bie Liong, Pnt. Tan Eng Giam, Diaken Ho Bian Hiem, Diaken Kho Oen Liang dan Konsulennya Pdt. Go Eng Tjoe. Selanjutnya, karena kesehatan guru Injil Koo Bie Liong terganggu, maka ia digantikan oleh guru Injil Siem Tjien Hie dan mengalami banyak kemajuan. Ia juga dibantu oleh Sdr. Ho Swan Po, anggota jemaat biasa, namun aktif dalam pelayanan Sekolah Minggu, Pemuda dan Pekabaran Injil, bahkan pelayanannya sampai di Sokaraja. Sayang sekali, Guru Injil Siem Tjien Hie tak dapat melanjutkan pelayanannya, berhubung ketika terjadi agresi militer pada tahun 1947 ia sedang cuti dan tak dapat kembali ke Purbalingga. Guru Injil Kho Im Liong dipanggil untuk melanjutkan pelayanan di jemaat Purbalingga dan beliau mengembangkannya ke Purwareja Klampok dan Bobotsari. Kemudian Pdt. Kho Im Liong (Imam Kosasih) memenuhi panggilan dan pindah ke GKI Tegal pada tahun 1960. Guru Injil Liem Ban Kwie (Hadiprajitno J.S.) menggantikannya dan pada tanggal 11 Oktober 1961 ia ditahbiskan sebagai pendeta GKI Purbalingga. Untuk pelayanan di cabang jemaat Purwareja Klampok, dipanggillah pada bulan Juli 1970 guru Injil Sardius Kuntjara (Koo Twan Sien, putra dari mantan guru Injil Koo Bie Liong). Karena gedung gereja di Jl. A.W. Sumarmo 1 (Jl. Serang) dirasakan tak dapat menampung pengunjung kebaktian, maka didapatlah sebidang tanah untuk membangun gedung gereja baru di Jl. A. Yani 119. Terlaksanalah peletakan batu pertamanya pada tanggal 20 Juli 1968 dan diresmikan pada tanggal 26 Juli 1970, sedang perlengkapan interiornya dirampungkan pada tanggal 20 Juli 1972